on Sabtu, 18 Agustus 2012

HUKUMAN FISIK DALAM PRAMUKA T/D...PERLUKAH???????
 Di tengah modernisasi zaman yang semakin berkembang pesat, sudah sangat jarang ditemukan remaja yang memiliki keberanian tinggi. Remaja saat ini cenderung memiliki mental tempe yang tidak pernah di asah. Semua ini juga merupakan salah satu dampak dari berkurangnya kesadaran dari para remaja itu sendiri akan pentinganya pramuka.
Pramuka sebagai wadah mengasah keterampilan dan mental anak kini mulai banyak menghilang. Ini semua mungkin dikarenakan pengemasan pramuka itu sendiri yang kurang menarik sehingga minat andika akan pramuka semakin pudar.
Seperti kita tahu di dalam pramuka selain kita memerlukan mental yang baik, kita harus memiliki fisik yang baik pula. Karena di dalam berpramuka, tak luput dari kegiatan ke-alaman yang mau tidak mau kita harus mengandalkan kekuatan otot disamping otak. Namun sayang, saat ini sudah sangat jarang sekali ditemukan remaja yang rajin berolah raga, sehingga mereka memiliki fisik yang lemah. Karena hal tersebut, banyak kakak senior yang sering memberikan sesuatu yang berbau fisik seperti push up, merangkak, dan sebagainya. Namun kini semakin banyak pula kakak yang menggunakan konsekuensi fisik kepada andika yang bersalah, atau melanggar aturan yang ditentukan, sehingga sangat banyak hukuman fisik yang harus diterima andika yang bersalah. Sesuatu yang berbau fisik yang semula hanya digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kelincahan andika, kini mulai salah digunakan.
Kebanyakan andika tidak suka diperlakukan seperti itu, sehingga ia memutuskan untuk tidak mengikuti pramuka untuk menghindari aneka hukuman fisik yang mungkin akan diterimanya. Itu salah satu sebab berkurangnya minat remaja saat ini kepada pramuka. Disisi lain kita ingin pramuka ini tetap ada, dan terus hidup dimanapun berada. Namun, mengingat melemahnya keadaan fisik andika yang mengharuskan kita memberikan sedikit kegiatan yang berbau olah raga kepada andika agar mereka dapat menjadi pramuka yang tangguh dan bugar.  Andika saat ini terkadang salah terhadap sesuatu yang diberikan seniornya kepadanya, namun terkadang seniorpun terlalu barambisi, sehingga terlalu banyak hukuman fisik yang diberikan. Oleh karenanya, inilah pe-er untuk kita bersama bagaimana kita mengelola pramuka itu menjadi sesuatu yang menarik, banyak diminati, namun juga tidak menjauh dari tujuan yang ditentukan yaitu melahirkan pemuda - pemuda yang tangguh dan berkualitas berdasarkan prinsip saling asah, saling asih, saling asuh yang ada di dalam pramuka. Karena itu, masih perlukah hukuman fisik didalam pramuka???

0 komentar:

Poskan Komentar